NEWS & EVENT


Mana Paling Tepat, Investasi Rumah Atau Apartemen?

Mana Paling Tepat, Investasi Rumah Atau Apartemen?

Selain ditinggali, properti berbentuk hunian juga bentuk investasi yang memiliki portofolio baik. Itulah yang membuat makin banyak orang memilih jenis investasi properti ketimbang pasar modal atau emas. Namun masih banyak sulit menentukan akan menjatuhkan pilihan ke rumah tapak atau high rise building atau apartemen. Untuk menjawab itu, mari gali lebih dalam tentang mana paling tepat, investasi rumah atau apartemen.

Baca juga: Gandeng Komunitas, Pengembang Properti Incar Konsumen Baru

Rumah dan apartemen pada dasarnya memiliki karakter yang sama, ada satu kamar tidur dan dua kamar tidur. Hanya saja apartemen biasanya lebih banyak ditemui di pusat kota dimana ketersediaan tanah sudah minim seperti di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Tetapi seiring tingginya permintaan hunian maka apartemen pun sudah banyak hadir di lingkup kota penyanggan seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, hingga Cibubur.

Baca juga: Harvest City Bidik Kalangan Komunitas Mobil

Dalam kacamata ekonomi, investasi properti dalam bentuk rumah tapak masih lebih menguntungkan bila dibanding apartemen. Rumah tapak memiliki mudah dijual kembali dan harganya pun cenderung lebih tinggi, kemudian rumah bisa dijadikan jaminan kredit di bank. Meski pun apartemen pun bisa dijadikan jaminan, tapi biasanya memiliki nilai lebih rendah.

Begitu pun untuk harga sewa, rumah biasanya memiliki nilai lebih tinggi ketimbang apartemen. Belum lagi biaya perawatan tambahan yang dibebankan kepada pemilik di luar biaya air dan listrik juga lebih tinggi ketimbang rumah tapak.

Khusus di kawasan Cibubur – Cileungsi, Chief Executive Officer (CEO) Harvest City Hendry Nurhalim mengatakan rumah tapak di bawah  500 jutaan masih jadi buruan khususnya di Transyogie. Menurut Hendry, orang masih merasa nyaman tinggal di rumah tapak karena areanya lebih luas, ada halaman, taman, dan garasi. Berbeda dengan apartemen yang mana penghuni harus membayar lebih untuk fasilitas lahan parkir yang terbatas.

Baca juga: Harvest City Tawarkan Hunian Seharga Rp200 jutaan Hingga Gratis BPHTB

Maka dari itu, rasanya lebih bijak berinvestasi rumah tapak terutama di kawasan Cibubur – Cileungsi dan Transyoige. Hanya dengan 300 jutaan sudah dapat rumah seluas 60 m2 dengan luas bangunan 22 m2 di Harvest City. Tentu jauh lebih rendah ketimbang unit apartemen terbaru di Cibubur – Cileungsi yang sudah tembus 500 juta ke atas.

Kesimpulannya, keputusan untuk menanamkan investasi dalam bentuk apa ada di tangan setiap individu. Hanya, akan tetapi pastikan properti yang dipilih memiliki fasilitas umum seperti sekolah, pusat perbelanjaan, restaurant, sarana olahraga, dan rekreasi yang memadai. Dan semua itu ada di Harvest City.