NEWS & EVENT


LRT dan Akses Tol Dorong Geliat Properti di Jalur Transyogi

LRT dan Akses Tol Dorong Geliat Properti di Jalur Transyogi

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki semester kedua tahun ini, geliat bisnis properti di jalur Transyogi (Cibubur - Cileungsi - Jonggol) dinilai semakin menggairahkan. Hal ini tidak terlepas dari progres pembangunan LRT (light rail transit) dan Tol Cimaci (Cimanggis - Cibitung) yang akan membuat kawasan Transyogi semakin mudah diakses.

Selain itu, mulai tumbuhnya bisnis properti juga didukung oleh suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang diperkirakan tetap stabil di kisaran satu digit. Terlebih, kalangan pengembang dan perbankan menyambut positif sejumlah kebijakan moneter yang digulirkan BI (Bank Indonesia) dalam rangka memacu pembiayaan hunian bagi masyarakat.

Selain stimulus penurunan suku bunga, BI juga memberikan relaksasi Loan to Value (LTV) dan Finance to Value (FTV) untuk pembiayaan kepemilikan properti, baik rumah tapak, rumah tinggal maupun rumah kantor (rukan) dan rumah toko (ruko).

Memanfaatkan tren positif ini, PT Dwigunatama Rintisprima, pengembang township (perumahan skala kota) Harvest City, menawarkan hunian dengan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) hanya 5,5 persen fixed selama dua tahun, uang muka atau down payment (DP) ringan, cashback 3 persen, dan bebas biaya administrasi, asuransi, dam bebas biaya BPHTB.

Deputy Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Piter Simpony, mengatakan, melalui program bertajuk September Vaganza ini, pihaknya menawarkan kesempatan dan kemudahan bagi calon pembeli hunian di klaster Sweet Alba, Orchird A, dan klaster Roseline.

"Jadi selama September ini kami memberikan banyak kemudahan dan keringanan bagi pembeli hunian. Mulai dari bunga KPR spesial 5,5 persen, bebas biaya administrasi, asuransi, bebas biaya BPHTB, uang muka cuma 1 persen, hingga cashback 3 persen. Kami harap pembeli rumah pertama bisa mengambil kesempatan emas ini,” ujar Piter Simpony kepada Beritasatu.com, Selasa (24/9/2019).

Piter menambahkan, kalangan kelas menengah di Jabodetabek saat ini memang butuh insentif, agar bisa membeli hunian pertama. "Makin tingginya biaya hidup, lalu bunga kredit yang cenderung naik adalah tekanan terhadap daya beli mereka. Jadi, kami mencoba masuk ke pasar dengan memberikan solusi terhadap masalah tersebut," jelas Piter.

Bahkan, lanjut Piter, konsumen juga berkesempatan meraih lucky draw dengan hadiah yang disediakan mulai dari sepeda motor, TV, peralatan elektronik, hingga voucher belanja. "Dengan memberikan bunga KPR hanya 5,5 persen, pembeli hanya terbebani angsuran sekitar Rp 2 jutaan per bulan," tandas Piter.

Piter berharap, tingkat penjualan hunian di Harvest City bisa terdongkrak naik. Program September Vaganza menjadi kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan harga yang lebih murah dan tingkat pembiayaan yang lebih murah pula. Apalagi, belakangan ini Harvest City banyak menawarkan hunian kelas menengah dengan harga berkisar Rp 250 jutaan hingga Rp 400 jutaan.

"Program ini akan kami push lagi pada acara Jalan Sehat di Car Free Day Harvest City, Minggu 29 September ini. Kami bekerja sama dengan pihak RS Permata Cibubur dalam melakukan pengecekan kesehatan gratis pada acara tersebut," pungkas Piter.

Sumber: BeritaSatu.com